'www.unbara.ac.id'

Fakultas Pertanian

'www.unbara.ac.id'

Fakultas Pertanian

'www.unbara.ac.id'

Fakultas Pertanian

'www.unbara.ac.id'

Fakultas Pertanian

'www.unbara.ac.id'

Fakultas Pertanian

Tampilkan postingan dengan label sept 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sept 2010. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Kontribusi Pendapatan Buruh Wanita Tani Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Kurup Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu

Kontribusi Pendapatan Buruh Wanita Tani Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Kurup Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu
Oleh: Rosnaliza Testiana dan Dinda Dwi Arini

Abstract 
This study aimed to calculate the labor income of women farmers palm and calculate the contribution of women farmers labor income of oil palm on family income in the Village District Kurup Lubuk Ogan Komering Ulu Batang held in May to July 2012. The experiment was conducted in the village Kurup considering that farm women laborers working in PTP Minanga Ogan dominant Kurup villagers that as many as 67 people consisting of 15 workers were men and 52 women laborers. The research method used in this study is a survey method used to obtain the facts on the ground by using a questionnaire as a data collection tool. The sampling method used in this study is simple random method (simple random sampling). According Sugiyono (2001: 57) stated simple (simple) by sampling a random member of the population regardless of the strata in the population. Samples are taken by 30 farmers sample of 52 members of the population with the percentage of the sample was 58 percent. The data used are primary data is data obtained directly from the field using a questionnaire as a means of collecting data and secondary data is data obtained from the agencies involved in this study. Based on the results of research known labor income women farmers palm of Rp 8,050,000.00 per year, with revenue contribution of oil palm farm women laborers for 39.30 percent of the total family income of Rp 20,487,133.00. Labor income of women farmers palm provide a major contribution to the family income. Key words: Contribution, labor income, women farmers palm of sawit 

PENDAHULUAN 
Sektor pertanian merupakan bidang kehidupan yang paling vital. Peranan sektor pertanian, di samping tercatat sebagai sumber devisa yang cukup besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduknya (Sastraatmadja, 2005). Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacg) merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Bagi Indonesia, kelapa sawit memiliki arti penting karena mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat dan sebagai sumber perolehan devisa Negara. Sampai saat ini Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (CPO) dunia selain Malaysia dan Nigeria (Tim Penebar Swadaya, 2002).

Respon Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Pada Berbagai Media Tanam di Pembibitan

Respon Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Pada Berbagai Media Tanam di Pembibitan
Oleh: Susantidiana

Abstract 
The objective of this research is to evaluate effect from planting medium to growth of plant physic nut. The research was conducted at Garden expriment, Faculty of Agriculture, Univerity of Baturaja from July to August 2007. This research method using Randomized Block Design with three replicate. The research consist of 8 treatment with ratio soil, manure, sand: P0 (control), P1 (1:1:1), P2 (1:1/1:11/2), P3 (1:11/2:1/2), P4 (11/2:1:1/2), P5 (11/2:1/2:1) P6 (1/2:1:11/2), P7 (1/2:11/2:1). The result showed that planting medium (P3) significant to growth of plant height, growth of diameter stem, and wet weight plant. Treatment of P3 have germination rate 10 day after planting, most amount of leaf, leaf area biggest, root longest, and dry weight plant biggest. P3 is the bets treatment to increase growth of Jatropha curcas L. Key words: Jatropha curcas L, physic nut, manure

PENDAHULUAN
Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) menjadi perhatian sejak tahun 2005. Biji jarak pagar memiliki kandungan minyak. Oleh karena itu tanaman ini merupakan salah satu tanaman penghasil biodiesel, pencampur solar untuk mobil dan alat pertanian (Sudrajat, 2006). Jarak pagar memiliki racun tidak dikonsumsi oleh binatang dan manusia sehingga tidak bersaing dengan tanaman lain (non edible oil). Menurut Effendi (2006), biodiesel dari jarak pagar tidak mengandung sulfur benzene dan banyak oksigen sehingga mudah diuraikan dan dapat mengurangi asap hitam dari gas buang mesin diesel secara signifikan. Minyak yang berasal dari solar dan bensin tidak memiliki oksigen sehingga menimbulkan asap hitam. Tanaman jarak merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan karena dapat tumbuh pada lahan marjinal dan lahan kritis. Indonesia memiliki lahan kritis yan luas, Irfan (2006) mengemukan bahwa lahan kritis di Indonesia lebih dari 20 juta Ha. Tanaman jarak banyak ditanam di berbagai wilayah. Sementara menurut Sudrajat (2006), jarak pagar yang dikembangkan oleh penduduk tidak jelas asal usulnya, persentase tumbuh biji rendah dan penyimpanan biji yang asal-asalan sehingga menyebabkan produksi menjadi rendah.

Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah dan Hubungannya dengan Kebutuhan Hidup Minimum di Desa Aromantai Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan

Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah dan Hubungannya dengan Kebutuhan Hidup Minimum di Desa Aromantai Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan
Oleh: Septianita 

Abstract 
The aim of this research is to calculate the revenue earned in farming Capsicum annum and analyze the relationship between farm income eligibility level of Capsicum annum with the minimum necessities of life. Purposes of this research is as an input to make decisions in the farming of. Capsicum annum and as a material consideration in setting policy. Data collection in the field starting from September to November 2010. Determining the location of the research done on purpose (purposive sampling). The method used in this research is a case study, with Capsicum annum farmers as an example. While the sampling method used in this research is to census method is to take the entire population of the 25 farmers who have Capsicum annum or 100 percent of the population. Based upon this research, the total revenue obtained by the farmer sample average is Rp. 11,246,620, - per growing season whereas for minimum living needs (KHM) as the number of family members do not meet reasonable living. Key words: Earned in farming, the minimum necessities of life 

PENDAHULUAN 
Indonesia salah satu bagian pembangunan pertanian yang mempunyai kedudukan strategis adalah kegiatan yang berbasis pada tanaman pangan dan holtikultura, sektor ini selain melibatkan tenaga kerja terbesar dalam kegiatan produksi dan produknya merupakan bahan pangan pokok pada konsumsi nasional. Ditinjau dari sisi bisnis kegiatan ekonomi yang berbasis tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan bisnis terbesar dan tersebar luas di seluruh Indonesia (Saragih, 2001). Salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peluang bisnis yang strategis adalah tanaman Cabai Merah. Cabai merah (Capsicum Annum var. longum) suatu komoditas sayuran yang tidak dapat ditinggalkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya produktivitas secara nasional masih tergolong rendah yaitu 4,8 ton perhektar dan potensi 7,5 sampai dengan 10 ton perhektar (Setiadi, 2007). Daya tarik agribisnis cabai merah selain nilai keuntungan yang berlipat apabila saat panen yang tepat, dalam usaha tani cabai merah sarana produksi mudah didapat, keadaan tanah tidak terlalu menuntut yang khusus, prospek pasarnya bisa dijual secara eceran maupun dalam jumlah yang besar. Petani dapat menjual dalam bentuk segar, olahan atau cabai giling maupun kering, cabai selain itu juga untuk campuran industri makan, bubuk cabai dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri makanan dan minuman untuk menggantikan fungsi lada (Widodo, 2006).

Inokulasi Mikoriza Arbuskular Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Yang Ditanam pada Berbagai Komposisi Media Tanam

Inokulasi Mikoriza Arbuskular Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Yang Ditanam pada Berbagai Komposisi Media Tanam
Oleh: Novriani

Abstract
This research aims to study the effect of mycorrhizal inoculation on oil palm seedling which is planted in various media composition (a mixture of soil and Empty Fruits Bunch (EFB) compost) on the growth of oil palm seedlings, mycorrhizal colonization in roots and uptake of N, P and K. This research was conducted at the experimental garden of Baturaja University, Ogan Komering Ulu, during four months from December 2009 - March 2010. This research method used Factorial of Randomized Block Design (FRBD) with two treatment factors and three replications. The first factor in the form of EFB compost media compositions (0%, 25% compost + 75% soil, 30% compost + 70% soil, 50% compost + 50 soil, 70% compost + 30 % soil and 75 % compost + 25 % soil). The second factor is mycorrhizal inoculants (0 g pot-1, 10 g pot-1, 20 g pot-1 and 30 g pot-1). Result obtained from this research is the application of 30% compost to had significant effect on increase the percentage of mycorrhizal colonization in roots (83,23%), uptake of N (163.84%), uptake of P (153.67%), dry weight of canopy (163.27%), root dry weight (141.86 %) and total dry weigh (156.74%) of oil palm planting compare with no compost. Inoculation of mycorrhizal 10 g significantly increased percentage of mycorrhizal colonization roots (95.07 %), uptake of N (110.29%), uptake of P (108.19%), dry weight of canopy (82.29%), root dry weight (84.21%), and total dry weigh (84.29%) of soil palm planted compare with no mycorrhizal. The combination of compost 30% and mycorrhizal 10 g resulted the best percentage of mycorrhizal colonization on roots, uptake of N, dry weight, root dry weight and total dry weight of the best crops of oil palm seedling. This result suggest that good of palm seeding can be achieved by using combination of 30% compost and 10 g mycorrhizal dosage. Key words: Oil palm seeding, compost and mycorrhizal

PENDAHULUAN
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) saat ini merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting di sektor pertanian disebabkan kelapa sawit dapat menambah devisa dan menciptakan lapangan kerja. Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2009 mencapai + 7,12 juta ha dengan total produksi + 20,5 ton Crude Palm Oil (CPO) (Dirjenbun 2010). Untuk memperoleh hasil yang terus meningkat dapat dilakukan dengan perbaikan mutu di pembibitan karena pembibitan memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan tanaman kelapa sawit yang baik dan bermutu (Pahan, 2008).

pdf file

Respon Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) dan Gulma Terhadap Berbagai Jarak Tanam

Respon Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) dan Gulma Terhadap Berbagai Jarak Tanam
Oleh: Nurlaili

Abstract 
This study titled plant growth response of maize (Zea mays L.) and weed to various plant spacing. The experiment was conducted at the experimental field of Agricultural Faculty Baturaja, timing its implementation in March 2010 to June 2010. The design used was randomized block design with 4 treatments and 5 replications. Distance Treatment Plant used are: K1 = 50 x 20 cm, K2 = 50 x 40 cm, K3 = 50 x 60 cm, and K4 = 50 x 80 cm. Statistically, the influence of plant spacing did not significantly affect the growth of corn plants, but a tabulation plant spacing of 50 x 60 cm (K3) there is a trend and give the best results of the age of flowering and plant dry weight. Key words: Weed, plant spacing 

PENDAHULUAN
Jagung (Zea mays.L) merupakan bahan pangan yang penting penghasil karbohidrat kedua setelah beras. Jagung juga digunakan sebagai bahan makanan dan bahan baku industri seperti, kertas, minyak, cat dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dengan pengaturan jarak tanam yang benar dan tapat disertai pengelolaan yang baik maka potensi hasil jagung dapat mencapai 4,50 ton/ha (Suprapto.1986). Di Indonesia rata-rata produksi tanaman jagung per hektar dinilai masih rendah yaitu sekitar 2,8 ton per ha. Sementara jika dibandingkan dengan negara-negara penghasil jagung di Asia seperti RRC 4,6 ton/ha, Korea Selatan 4,1 ton/ha dan Thailand 3,7 ton/ha. Rendahnya produksi jagung di Indonesia di pengaruhi oleh beberapa faktor penyebab antara lain, tingginya harga benih varietas unggul, petani belum memahami penggunaan pupuk secara tepat dan benar, minimnya permodalan serta penggunaan pestisida yang berlebihan pada areal pertanaman oleh pelaku usaha tani dapat mengakibatkan terjadinya resistensi hama terhadap pestisida, dan pada waktu yang sama keberadaan musuh alami hama di areal lahan pertanian terancam punah yang membawa dampak negatif yaitu terjadinya ledakan serangan hama, akibatnya dapat menurunkan hasil produksi pertanian (Suprapato dan Marzuki, 2002). Berbagai pola pengaturan jarak tanam telah dilakukan guna mendapatkan produksi yang optimal. Penggunaan jarak tanam pada tanaman jagung dipandang perlu, karena untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, distribusi unsur hara yang merata, efektivitas penggunaan lahan, memudahkan pemeliharaan, menekan pada perkembangan hama dan penyakit juga untuk mengetahui berapa banyak benih yang diperlukan pada saat penanaman.

Diversifikasi Pangan dalam Mencapai Ketahanan Pangan

Diversifikasi Pangan dalam Mencapai Ketahanan Pangan
Oleh: Endang Lastinawati

Abstract
Food is a human right. Food can determine the quality of human resources and part of the national resilience. The global food problems today are triggered by soaring international food prices, high oil price and convertion energy to biofuel. Beside that, Indonesia still recognized as food importing countries. The food diversification program in Indonesia was not succesfully. Rice consumption still high and the increasing demand on wheat has created additional burden to Indonesia’s import. In this regard, to achieve food independency and food security, some strategies are required, such as development of local wisdom in line with specific local foods, increase producers (especially small-scale farmers’ and fishermen’s) earnings through integrated farming development, and also development of agroindustry, technology and information in villages. Key words: Food diversification, food security 

PENDAHULUAN 
Persoalan pangan dewasa ini dipicu oleh melejitnya harga-harga pangan dunia secara tajam. Fenomena global ini tak terelakkan akibat beberapa faktor penyebab. Yang pasti, meroketnya harga minyak dunia menyebabkan biaya produksi semua produk, termasuk komoditas pertanian melonjak. Berikutnya, pesatnya perekonomian China dan India disinyalir signifikan berdampak pada meningkatnya permintaan produk, baik untuk konsumsi maupun industri. Satu lagi, trend dunia yang mulai mengkonversi hasil-hasil pertanian menjadi biofuel (energi asal nabati), sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil, membuat banyak pihak berlomba-lomba mengembangkan biofuel. Akibatnya, terjadi perebutan peruntukan produk pertanian yang banyak diistilahkan dengan 3F (food, feed, or fuel), dan bahaya yang lebih merisaukan bakal mengancam, yaitu kelangkaan pangan dan kelaparan. Di sisi lain, efek pemanasan global menimbulkan dua sisi ekstrim dari perubahan iklim. Di belahan bumi yang satu terjadi curah hujan berlebih, banjir dan badai memporak-porandakan lahan pertanian dan peternakan serta mengubah pola tanam. Sementara di belahan bumi yang lain terjadi kekeringan dan krisis air yang menyebabkan kematian tanaman dan ternak, sehingga terjadi penurunan produksi (Trobos, 2008). Berbagai fenomena tersebut hendaknya menjadi fokus perhatian di masa mendatang. Persoalan pangan harus segera diatasi. Ketahanan pangan bangsa harus diwujudkan, karena ketahanan pangan nasional merupakan pilar bagi pembentukan sumberdaya manusia dan generasi yang berkualitas, yang diperlukan untuk membangun bangsa ini (Nainggolan, 2008). Ketahanan pangan merupakan pilar pembangunan sektor lainnya. Hal ini dipandang strategis karena tidak satu pun negara dapat membangun perekonomiannya tanpa terlebih dahulu menyelesaikan persoalan pangannya. Khusus bagi Indonesia, sektor pangan adalah sekaligus sektor penentu tingkat kesejahteraan, baik bagi penduduk di pedesaan maupun di perkotaan (Welirang dalam Azahari, 2008).

pdf file

Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brasicca juncea L) dengan Tiga Varietas Berbeda

Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brasicca juncea L) dengan Tiga Varietas Berbeda
Oleh: Dora Fatma Nurshanti  

Abstract 
This study aims to determine the mustrard crop cultivation techniques (Brasicca juncea L) in polybag using three varieties, namely Tropica, dora and the Red Arrow The research was conducted at the experimental farm of Agricultural Faculty of East Balfour Komering Ulu District. Implementation of research started in August until October 2008. Media used as the content of polybags is a mixture of soil, rice husk and kandang fertilizer with a ratio of 4: 3: 2 is mixed with the flat. Based on the results obtained by stating that the varieties bai Tropica has more growth compared with Dora Variety and Red Arrow, this is seen in almost all variables exept the variable root length. Key words: Cabbage, varieties, cultivation 

PENDAHULUAN 
Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya permintaan sayuran khususnya sawi. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi tersebut, ditambah dengan peluang pasar internasional yang cukup besar bagi komoditas tersebut, sawi layak diusahakan (Suhartini, 2002). Sebagai bahan makan sayuran, sawi mengandung gizi yang cukup lengkap, sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh (Cahyono, 2003). Sementara menurut Kurniadi (1992), sawi merupakan jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Di Indonesia nama saswi merupakan sayuran yang cukup dikenal. Orang Jawa atau madura menggunakan sebutan yang sama, yaitu sawi, orang Sunda menyebutnya sasawi, sedangkan nama asing untuk sawi adalah mustard. Sayuran sawi yang dikonsumsi baik setelah diolah maupun sebagai lalapan, ternyata mengandung berbagai macam zat makanan yang esensial bagi kesehatan tubuh. Selain memiliki kandungan vitamin dan zat gizi penting bagi kesehatan, sawi dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Sawi yang dikonsumsi berfungsi pula sebagai penyembuh sakit kepala dan mampu bekerja sebagai bahan pembersih darah. Penderita penyakit ginjal dianjurkan untuk mengkonsumsi sebanyak mungkin sawi karena dapat membantu memperbaiki fungsi kerja ginjal.


Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Interval Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Linn)

Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Interval Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Linn) 
Oleh: Ardi Asroh  

Abstract 
Research Effect of dosing interval Giving Manure and Fertilizer on the Growth and yield of Biological Plant Sweet Corn (Zea mays saccharata Linn.) This study is to know the effect of dosing interval manure and Biological Fertilizer Provision of Plant Growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata Linn.) The experiment in the village of West Baturaja Navel District Ogan Komering Ulu, for 4 months from June to September 2009. The design used in this study were randomized factorial design with the treatment manure factor (P), dosing with 3 levels of manure treatment and treatment with interval of biofertilizer (M) with 3 levels of treatment and 3 replications, in order to get 27 map combination. It is shown that the interaction between the two treatment factors (dosing interval of manure and biofertilizer) did not significantly affect all the variables of growth and yield of maize. It is also seen at doses of manure treatment factor (factor P), which also affects no significant effect on all variables observed. While the treatment factor interval of bio fertilizer (factor M) significantly affects only the variables of corn wet weight, wet weight of corn cobs, and corn cob diameter. Key words: Organic manure, biofertilizer, sweet corn 

PENDAHULUAN 
Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Linn) merupakan komoditas palawija pangan yang baru di Indonesia dan layak dijadikan komoditas unggulan agrobisnis. Prospek pengembangan usahatani jagung manis sangat cerah dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Permintaan konsumen terhadap jagung manis terus meningkat antara lain dibuktikan oleh adanya peningkatan produksi jagung nasional. Oleh karena itu, produksi tanaman jagung manis perlu ditingkatkan diantaranya melalui intensifikasi pertanian. Pemupukan merupakan salah satu program intensifikasi yang dapat memperbaiki produktifitas lahan dan tanaman. Pengambilan dan pengurasan hara secara terus menerus melalui hasil panen tanpa diimbangi dengan pengembalian hara melalui pemupukan organik dan anorganik akan menjadikan tanah semakin kurus, miskin hara dan tidak produktif (Bonazir, 2005).

pdf file