Rabu, 21 November 2012

Analisis Efisiensi Pemasaran Pisang Produksi Petani di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisis Efisiensi Pemasaran Pisang Produksi Petani
di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu
Oleh: Henny Rosmawati

Abstract 
This research is aimed to: 1) know the banana’s marketing eficiency channel level. 2) count the farmer’s share that the farmer received and to know marketing marjin of every marketing institutions. This research was done in Ogan Komering Ulu regency which was selected purposively. The method of research used in this research was survey method. The sampling farmers were selected by using simple random sampling and the sampling farmers were 30 farmers. The result of the research shows that: 1) The marketing run in Lengkiti district consist three marketing channels and the most efficient of marketing channel is channel I,because channel I have short channel comparing with the other channel and marketing cost of channel I is lower than the marketing profit. 2) The farmer’s share values of the farmer at channel I is the biggest, that is 41,66% and the marketing marjin values obtained by the agent level of the village at channel I and the agent of district area at channel III is the biggest comparing with the other marketing institutions, that is Rp 700 per kg to agent of the village at channel I and Rp 650 to agent of the district at channel III. Key words: Marketing, marketing efficiency, farmer’s share, marketing margin
 
 PENDAHULUAN
Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang atau membangun, dimana 80% penduduknya bermata pencaharian pokok di sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penduduk dan tenaga kerja yang hidup dan bekerja pada sektor pertanian (Adjib AD, 2001).
Salah satu sasaran pembangunan pertanian antara lain adalah pembangunan pertanian yang mencakup peningkatan produksi pertanian tanaman pangan melalui berbagai usaha. Peningkatan produksi pangan seperti beras, palawija, dan produksi pangan yang berasal dari holtikultura (sayuran dan buah-buahan) adalah ditujukan untuk membantu terjaminnya cukup pangan dan memperbaiki taraf hidup petani dan keluarganya. Pembangunan subsektor pertanian tanaman hortikultura merupakan salah satu bagian yang penting dari pembangunan pertanian. Salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat adalah pisang. Dahulu pisang pada umumnya merupakan tanaman sampingan untuk mengisi kekosongan tanah-tanah pekarangan atau tanah ladang dan jarang di usahakan secara intensif (Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, 2009).

0 komentar:

Poskan Komentar